Tugas Akhir
Memperkuat perubahan protagonis perfeksionis menggunakan konflik no-win scenario dengan struktur freytag's pyramid dalam skenario film "janji di teluk kemana
Film sebagai media komunikasi memiliki potensi besar untuk meningkatkat kesadaran masyarakat terkait isu kesehatan mental, termasuk gangguan perfeksionisme. Isu ini masih jarang dibahas dalam konteks masyarakat menengah ke bawah. Maka dibuatlah karya skenario film berjudul “Janji di Teluk ke Mana Penyu Berpulang” yang mengangkat isu perfeksionisme di lingkungan masyarakat nelayan yang dekat dengan permasalahan kemiskinan. Skenario ini menggunakan struktur Freytag’s Pyramid yang membagi cerita dalam lima babak yang terdiri dari introduction, rise, climax, return or fall, dan catastrophe. Tokoh protagonis akan bergerak karena memiliki karakter perfeksionis. Konflik akan dieksplorasi dengan menerapkan no-win scenario yang memberikan tokoh pilihan yang sama-sama tidak menguntungkan. Penggunaan struktur Freytag’s Pyramid memberikan ruang eksplorasi pada karakter awal di pra-climax dan karakter baru di pasca-climax. Perubahan karakter diidentifikasi melalui perbandingan sikap protagonis dalam menghadapi permasalahan pada dua situasi yang berbeda. Konflik No-Win Scenario meningkatkan tensi dramatik dengan menghadirkan tarik-ulur antara tujuan yang ingin digapai dan tuntutan yang harus dipenuhi pada protagonis perfeksionis. Penggunaan teknik ini efektif untuk mengeksplorasi karakter secara mendalam dan memperkuat perubahan karakter yang terjadi pada protagonis.
Tidak tersedia versi lain