Tugas Akhir
Penyutradaraan lakon kanjeng syekh dan dedemit Pulau Jawa karya Ekwan Wiratno dengan gaya teater epik Brecht
Cerita rakyat merupakan bagian dari budaya yang rentan punah jika tidak dilestarikan. Teater dapat menjadi media efektif untuk mendokumentasikan dan menghidupkan kembali cerita rakyat melalui pertunjukan. Lakon Kanjeng Syekh dan Dedemit Pulau Jawa karya Ekwan Wiratno mengangkat cerita rakyat Gunung Tidar dengan pendekatan Teater Epik Brecht. Melalui teknik alienasi, pementasan ini mendorong penonton berpikir kritis terhadap isu sosial seperti intoleransi dan penyalahgunaan kekuasaan. Sutradara menggabungkan unsur tradisional seperti gamelan dan tari dengan unsur modern seperti musik populer dan visual kontemporer. Penyutradaraan berperan penting dalam menyampaikan nilai budaya serta menciptakan ruang reflektif bagi masyarakat. Pertunjukan ini tidak hanya memperkenalkan kembali cerita rakyat lokal, tetapi juga mengajak penonton mengevaluasi realitas sosial secara sadar.
Tidak tersedia versi lain