Tugas Akhir
Buncha
Setiap individu memiliki kebutuhan untuk tumbuh, berkembang, dan mewujudkan potensi dirinya secara utuh—proses yang dikenal sebagai aktualisasi diri. Namun dalam realitasnya, perjalanan menuju aktualisasi diri tidak selalu mudah, karena sering kali dihadapkan pada tantangan besar, baik berupa hambatan eksternal maupun ekspektasi sosial yang membatasi ruang gerak seseorang. Terinspirasi dari pengalaman pribadi ibunda penata dalam memperjuangkan ruang aktualisasi dirinya, karya tari Buncha hadir sebagai wujud penghormatan atas keberanian perempuan dalam menghadapi keterbatasan untuk terus bertumbuh. Karya tari Buncha disusun melalui pendekatan koreografi kelompok dengan format studi dengan menggunakan genre hip-hop sebagai medium penyampaiannya. Selain mengeksplorasi gerak secara teknis, karya ini juga membawa narasi emosional tentang perjuangan individu dalam mencapai versi terbaik dirinya di tengah berbagai tekanan sosial. Menciptakan sebuah karya dengan tipe studi dan dramatik, yang proses penciptaannya mengikuti tahapan sebagaimana dijelaskan oleh Alma M. Hawkins. Menurut Hawkins, pengembangan kreatif terdiri dari tiga tahap utama: eksplorasi, improvisasi, dan komposisi—yang seluruhnya menjadi fondasi utama dalam perwujudan karya Buncha. Lebih dari sekadar pencapaian teknis koreografi, Buncha juga menonjolkan aspek artistik lain seperti pemilihan musik iringan berbasis sampling, rancangan kostum, dan properti yang menyatu dalam satu visi artistik. Keseluruhan elemen ini membentuk karya tari yang tidak hanya menjadi bentuk ekspresi personal penata, tetapi juga sebuah refleksi sosial atas realitas yang dihadapi banyak perempuan dalam meraih keberanian dari dalam diri mereka sendiri. Dengan Buncha, penata berharap dapat membuka ruang dialog tentang pentingnya keberanian dan kejujuran dalam proses menjadi diri sendiri.
Tidak tersedia versi lain