Buku Teks
Catatan Bawah Tanah
etika kebebasan seseorang terampas, akibat tindakan sadarnya yang justru hendak membebaskan diri dan orang banyak dari berbagai tekanan ketidakbebasan, maka secara psikologis dan emosional dia dikepung dan ditekan oleh ketidakpahaman, sesuatu yang barangkali telah melampaui kemarahan. Ketidakpahaman itulah yang mempengaruhi perilaku dan ekspresi kreatifnya. Dalam puisi-puisinya terasa bagaimana Fadjroel melawan itu. Puisi-puisinya dengan sederet pertanyaan seakan menjadi outlet untuk—mengekspresikan, dan pencarian dan penemuan jawaban atas kebingungannya. —Hasan Aspahani (jurnalis, penyair, penulis) A
ku tak tahu, aku tak tahu Cahaya bulan pucat menerangi bumi sekarat, mengusap lembut terali besi dan wajahku Sebab si pencinta bayam, tomat dan sawi hanya mampu bertanya ke arah langit Bukankah langit telah menganugerahi orangorang bijak dan berkuasa, martabat untuk menuangkan jutaan kata-kata di benak kita yang lelah. Walaupun kulit perutmu lengket dengan tulang perutmu Inilah hidup, inilah kepastian, kata mereka —Sketsa Penjara II (Doa manis buat Tuhan)
Tidak tersedia versi lain