Tugas Akhir
Manajemen pameran seni lukis “Laka-Laka” karya perupa Tegal di Kafe Ber.Interaksi Yogyakarta
Dengan lebih dari 700 bahasa daerah di Indonesia, di antara ragam tersebut, Kota Tegal di pesisir utara Jawa menonjol dengan dialek Ngapak Tegalan, varian bahasa Jawa yang khas dengan kosa kata dan ekspresi lokal yang unik. Bahasa ini tak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga penanda identitas, nilai-nilai adat, dan tradisi masyarakatnya. Pameran seni lukis bertajuk LAKA-LAKA yang digelar di ruang Ber.Interaksi, Yogyakarta, mencoba menerjemahkan keunikan bahasa Ngapak Tegalan ke dalam bentuk visual melalui karya dua dimensi dari empat seniman asal Tegal. Metode penciptaan yang digunakan meliputi riset mendalam terhadap kosakata dan filosofi Ngapak Tegalan. Proses kreatif dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan dialog antar seniman untuk memastikan autentisitas makna budaya dalam setiap karya. Dengan pendekatan skenografi, mereka menyajikan 12 karya yang mengolah kosa kata dan nuansa khas Ngapak Tegalan dalam bahasa visual. Disusun dalam tata ruang berbentuk huruf U dengan pencahayaan yang mendukung, pameran ini, mengajak pengunjung meresapi kekayaan bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya yang hidup. Selama tujuh hari penyelenggaraan (14–21 Mei 2025), pameran ini menyedot perhatian 124 pengunjung, sekaligus menjadi ruang dialog kreatif antara seni, budaya, dan identitas lokal—sebuah langkah penting
Tidak tersedia versi lain