Tugas Akhir
Kehidupan semut pemotong daun (genus atta dan acromyrmex) sebagai motif sulam pada busana pesta malam gala
Semut pemotong daun termasuk dalam sub kelompok semut penanam jamur, yang hidup dengan jamıır di dalam sarangnya. Semut ini hidup di bawah tanah membentuk sarang dengan struktur yang kompleks, menyerupai kota bawah tanah. Semut ini juga dapat mengangkat dan membawa beban 50 kali lebih beşar dari berat tubuh mereka sendiri. Semut ini memiliki naluri untuk mencari makan, mereka berjalan untuk memotong daun dari tanaman, kemudian mengangkut potongan daun dengan rahang mereka dan kembali ke sarang untuk membudidayakan kebun jamur. Karya seni ini menggunakan beberapa metode pendekatan dan teori yaitu, estetika, ergonomi dan desain. Metode penciptaan yang digunakan dalam karya ini yaitu metode penciptaan Mujiyono dengan 3 tahapan. Diawali tahapan eksplorasi ide dengan mengumpulkan data terkait kehidupan semut pemotong daun. Selanjutnya tahap improvisasi, pada tahap inilah akan dibuat sketsa/desain busana peşta malam, serta desain motif yang akan dibuat dengan teknik sulam payet dan benang, dan terakhir tahap perwujudan, pada tahapan ini dimulai dari penyempurnaan desain, persiapan alat dan bahan, proses pengerjaan, diakhiri dengan finishing karya. Karya tugas akhir ini berjumlah 4 buah busana peşta malam gala, dengan kombinasi beberapa warna yaitu, coklat, hijau, dan krem. Penyusunan warna dibuat untuk menghasilkan tampilan seperti visual pada kehidupan semut pemotong daun secara ilmiahnya. Sehingga tercipta karya dengan makna yang sesuai.
Tidak tersedia versi lain