Buku Teks
Umi Kalsum
Melalui bahasa yang sederhana dan gaya narasi yang reflektif, Djamil Suherman menyelipkan tema seperti kedisiplinan, spiritualitas, moralitas, pengabdian, serta ketegangan antara tradisi dan modernisasi. Cerpen-cerpen di Umi Kulsum tidak hanya menjadi catatan sejarah dan budaya pesantren, tetapi juga menggambarkan peran sosial kiai sebagai pemimpin spiritual, pengajar agama, pemegang moral, dan simbol perlawanan terhadap penindasan kolonial.
Kumpulan ini menjadi penting dalam kesusastraan Indonesia karena latar pesantren yang relatif jarang menjadi fokus utama cerpen pada zamannya. Umi Kulsum turut memperluas wacana sastra ke arah lingkungan keagamaan sebagai subkultur, dan menunjukkan bahwa kehidupan pesantren menyediakan sumber estetis dan naratif yang kaya.
Tidak tersedia versi lain