Tugas Akhir
Memperkuat intrusive imagery tokoh utama dengan ritme sinematik pada penyutradaraan film "Ibu di balik pintu"
Penyutradaraan karya film pendek “Ibu di Balik Pintu” ini mencoba meneliti pengolahan ritme sinematik untuk memperkuat kondisi internal tokoh utama yang disebut intrusive imagery. Penelitian ini mengalisis bagaimana pengolahan ritme dengan memanfaatkan unsur sinematik yang tersedia digunakan untuk memperkuat kondisi yang terjadi secara internal oleh tokoh dalam cerita. Cerita berfokus pada Petra, seorang anak yang menghadapi konflik emosional dan trauma terkait kondisi Ibunya yang sakit parah. Petra merasa Ibu lebih baik dilepas pergi dari pada harus terus menderita karena penyakitnya, namun jauh didalam hatinya ia tidak sanggup jika Ibu meninggal. Petra selalu melihat seekor kecoa, visual dalam intrusive imagery yang dimilikinya sebagai respon trauma dari kejadian 3 bulan sebelumnya dimana Ibu sempat “mati suri”. Intrusive imagery yang dialami Petra secara repetitif di sepanjang film diperkuat momen terjadinya dengan mengolah bahasa tubuh pemain, pergerekan kamera, mise-en-scene, untuk kemudian disusun saat proses editing yang semakin menguat ritmenya sepanjang film. Hasilnya menunjukan bahwa ritme sinematik dapat diolah guna membangun pengalaman sensorik yang berbeda untuk momen-momen tertentu, salah satunya intrusive imagery dalam dunia pikiran tokoh yang bersifat internal. Temuan ini menegaskan pentingnya kesadaran dan pemahaman soal bagaimana ritme bekerja bagi seorang sutradara dalam upayanya membangun dunia film yang spesifik, dengan mengolah gerak, ruang, dan waktu lewat unsur sinematik guna memperkuat dunia internal tokoh ke layar. Kata Kunci : Ritme sinematik, intrusive imagery, penyutradaraan, film pendek.
Tidak tersedia versi lain