Tugas Akhir
Memperkuat tensi dramatik melalui camera handheld dan longtake dalam sinematografi film "The last one"
Film The Last One mengisahkan seorang pria yang bertahan hidup di dunia pasca-pandemi, di mana konflik batin dan kesendirian menjadi inti utama narasi. Dalam kondisi dunia yang hening dan kosong, pendekatan sinematik menjadi krusial untuk menyampaikan beban emosional dan psikologis sang tokoh. Skripsi ini membahas bagaimana sinematografi, khususnya teknik handheld dan long take, digunakan sebagai medium utama untuk memperkuat tensi dramatik serta membangun keterhubungan emosional antara penonton dan karakter utama. Metode penciptaan karya difokuskan pada eksplorasi visual dengan pengambilan keputusan kreatif terhadap penggunaan kamera handheld dan long take. Teknik handheld dipilih untuk menghadirkan kesan realisme, rasa cemas, serta kegelisahan yang intens. Sementara itu, teknik Long take memberi ruang bagi penonton untuk benar-benar tenggelam dalam momen dramatik tanpa distraksi dari pemotongan gambar, sehingga setiap adegan terasa lebih utuh dan emosional. Hasil penciptaan karya menunjukkan bahwa kombinasi teknik handheld dan Long take mampu membentuk suasana tegang dan mendalam secara efektif. Ketegangan yang dihasilkan tidak hanya terasa dari segi visual, tetapi juga menyatu dengan narasi dan kondisi psikologis tokoh. Dengan pendekatan ini, penonton diajak untuk menyelami perasaan tokoh utama secara lebih dekat, sehingga pengalaman menonton menjadi lebih imersif dan emosional.
Tidak tersedia versi lain