Tugas Akhir
Pemeranan tokoh Sarmin dalam naskah orang-orang setia karya Iswadi Pratama
Pemeranan tokoh Sarmin dalam naskah Orang-Orang Setia karya Iswadi Pratama dilakukan dengan menerapkan metode The System yang dikembangkan oleh Konstantin Stanislavski, menggunakan pendekatan Given Circumstances, Objective, dan Magic If. Pemeran mendalami latar belakang, motivasi, dan emosi karakter Sarmin, seorang guru honorer berusia lanjut yang menghadapi pergulatan batin akibat ketidakadilan sosial dan ekonomi. Proses pemeranan ini bertujuan untuk menciptakan karakter Sarmin yang autentik, menyentuh, dan mampu menggambarkan realitas sosial yang dihadapi oleh kelas bawah. Dalam pemeranan ini, metode Given Circumstances digunakan untuk menganalisis latar belakang fisik, sosial, dan budaya Sarmin, sementara Objective membantu mengidentifikasi tujuan dan motivasi yang mendorong tindakan karakter di sepanjang cerita. Metode Magic If diterapkan untuk membantu pemeran memasuki dunia karakter Sarmin dan membayangkan situasi yang dihadapinya. Melalui metode ini, pemeran mampu meresapi konflik batin Sarmin serta menciptakan respons emosional yang tepat untuk menghadirkan karakter yang hidup di atas panggung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode The System dengan Given Circumstances, Objective, dan Magic If berhasil membantu pemeran menghadirkan kekayaan emosi, kedalaman psikologis, dan kompleksitas sosial dari tokoh Sarmin. Penonton dapat merasakan perjuangan, kesetiaan, dan kegetiran hidup yang dialami oleh Sarmin, sehingga menciptakan koneksi emosional yang kuat dan meningkatkan keaslian pertunjukan. Skripsi ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan seni pemeranan realis dan memperkuat daya tarik emosional pementasan bagi audiens
Tidak tersedia versi lain