Tugas Akhir
Paus bungkuk dalam karya keramik pada konteks hubungan manusia dan alam
Paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Dipilih sebagai objek utama karena ukurannya yang besar dan kemampuannya mendukung siklus nutrisi melalui “whale pump” yang merangsang pertumbuhan fitoplankton penghasil sekitar 50% oksigen dunia. Namun, populasi paus ini terancam akibat perubahan iklim, menurunnya sumber makanan, dan resiko tabrakan kapal. Konsep karya memadukan keindahan visual paus dengan pesan konservasi lingkungan. Tujuannya adalah menciptakan karya seni keramik tiga dimensi yang estetis dan penuh makna ekologis. Proses penciptaan berlandaskan teori estetika dan ekokritisisme. Tahapannya meliputi konseptualisasi, eksplorasi, eksekusi, dan refleksi. Pada fase awal, penulis menelaah budaya, ekologi, serta ancaman terhadap paus. Eksplorasi melibatkan teknik cetak tekan, pinch, modelling, intaglio, dan slip trailing menggunakan tanah liat stoneware. Karya dibentuk, dikeringkan, dibakar biskuit, diberi glasir, lalu dibakar akhir pada suhu 1212°C. Refleksi dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan penyampaian pesan. Delapan karya berupa bentuk tiga dimensi, panel, dan instalasi berhasil menggambarkan relasi manusia dan paus. Simbolisme bentuk, warna, dan tekstur digunakan untuk membangun narasi ekologis. Keseluruhan karya menekankan pentingnya harmoni antara manusia dan alam laut
Tidak tersedia versi lain