Tugas Akhir
Perancangan interior museum song terus pacitan sebagai ruang edutainment dengan pendekatan ecoculture
Penetapan kawasan Gunung Sewu sebagai Global Geopark oleh UNESCO menunjukkan pentingnya pelestarian warisan geologi, budaya, dan sejarah secara berkelanjutan. Keunikan kawasan karst ini, beserta temuan arkeologis di situs-situs seperti Song Terus, menjadi dasar pengembangan Museum Song Terus sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya. Penelitian arkeologi di kawasan ini mendukung implementasi Cultural Resource Management (CRM) yang mengintegrasikan pelestarian, pendidikan, ekonomi, dan pariwisata. Namun, keterbatasan aksesibilitas dan manajemen koleksi masih menjadi tantangan dalam fungsi museum sebagai sarana edukatif. Oleh karena itu, perancangan ulang interior Museum Song Terus dilakukan dengan metode Design Thinking dari Hasso Plattner, yang berpusat pada kebutuhan pengguna. Konsep edutainment diadopsi untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif, sedangkan pendekatan ecoculture diterapkan untuk memperkuat identitas lokal melalui integrasi elemen alam dan budaya setempat. Implementasi desain memanfaatkan bentuk, material, warna, serta teknologi interaktif untuk menciptakan pengalaman imersif. Hasil perancangan ini diharapkan menjadikan Museum Song Terus tidak hanya sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai wahana rekreatif-edukatif yang inklusif, inovatif, dan berdaya tarik tinggi di kawasan Geopark Gunung Sewu
Tidak tersedia versi lain