Tugas Akhir
Joged Gugat: Penari tayub dalam dialektika feminisme
enelitian ini membahas eksistensi penari tayub dalam perspektif feminisme, dengan menyoroti posisi, peran, serta makna sosial yang melekat pada joged atau penari tayub di tengah masyarakat. Tayub sebagai bentuk kesenian tradisi Jawa—seringkali dilekatkan pada stigma erotis dan relasi kuasa patriarkis—diuji kembali melalui dialektika feminisme. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana para penari tayub melakukan negosiasi identitas dan tubuhnya, baik sebagai subjek seni maupun sebagai perempuan yang kerap ditempatkan dalam posisi subordinat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis wacana feminis, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman personal penari, konstruksi sosial budaya terhadap tayub, serta resistensi yang mereka bangun terhadap hegemoni patriarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penari tayub tidak semata-mata menjadi objek hiburan, melainkan memiliki agensi dalam menentukan representasi diri, relasi dengan penonton, serta ruang tawar dalam kehidupan sosial. Melalui dialektika feminisme, tayub dapat dipandang sebagai arena ekspresi, perlawanan, dan artikulasi identitas perempuan Jawa yang kompleks—antara tuntutan tradisi, komersialisasi seni, dan kesadaran gender.
Tidak tersedia versi lain