Buku Teks
Buku panduan/guide book biennale Jogja XII equator #2 Indonesia encounters the Arab region: not a dead end
Biennale adalah kanal yang mempertemukan narasi, pemikiran, dan kepentingan yang berbeda-beda dalam sebuah medium pameran. Terutama di Yogyakarta, di mana formasi budaya dan politiknya juga cenderung 'sinkretis', seni rupa kontemporer menjadi praktik yang terbuka bagi proses perjumpaan antara yang baru dan yang lama, yang 'lokal' dan yang 'asing'. Dalam kasus Biennale Jogja Xll Equator #2, oleh karena saling-silang hubungan sejarah antara Indonesia dan kawasan Arab, 'yang asing' selalu berpotensi mengandung kelokalan, dan sebaliknya, 'yang lokal' juga tak selalu dekat dan akrab dengan ruang dan konteks sosial di mana pameran ini berlangsung. Dimensi sinkretis dalam seni rupa kontemporer tidak hanya terletak dalam gagasan-gagasan seniman yang menembus batas-batas teritorial dan budaya, tetapi juga ketika karya-karya mereka mampu 'berdialog' dengan ruang-ruang baru.
Tidak tersedia versi lain