Tugas Akhir
Produksi sistem tanda I Ketut Gede Bendesa pada pembelajaran tari bagi disabilitas rungu di sanggar tari Sekar Dewata Bali
Penelitian ini menganalisis “Produksi Sistem Tanda I Ketut Gede Bendesa Pada Pembelajaran Tari Bagi Disabilitas Rungu Di Sanggar Tari Sekar Dewata Bali”. Sanggar Tari Sekar Dewata merupakan salah satu sanggar inklusi yang di dalamnya terdapat murid disabilitas rungu. Keterbatasan yang dimiliki disabilitas rungu, menjadikan adanya perbedaan cara berkomunikasi. Disabilitas rungu berkomunikasi dengan nonverbal yaitu bahasa isyarat. Hal tersebut menjadikan I Ketut Gede Bendesa sebagai pendiri sekaligus pengajar Sanggar Tari Sekar Dewata memproduksi tanda, sebagai media komunikasi penyampaian materi tari. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan dan menganalisis produksi sistem tanda I Ketut Gede Bendesa pada pembelajaran tari bagi disabilitas rungu di Sanggar Tari Sekar Dewata. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif yaitu menggambarkan atau menguraikan hal-hal dengan apa adanya, serta menggunakan data kualitatif yang akan menghasilkan data deskriptif, dengan berupa kata-kata yang tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang diamati. Peneliti menggunakan pendekatan semiotika menurut Ferdinan de Saussure. Dua cara pandang Saussure Syncronic and Diachronic dan Signifier and Signified digunakan oleh peneliti untuk mengetahui bagaimana produksi sistem tanda I Ketut Gede Bendesa pada pembelajaran tari bagi disabilitas rungu. Tanda diproduksi mengacu pada BISINDO memiliki karakteristik seperti memunculkan ekspresi wajah, gerakan mulut dan memiliki kemiripan dengan bentuk gerak yang sebenarnya. Tanda paling dasar yang diproduksi oleh I Ketut Gede Bendesa adalah tanda sikap, tanda sikap kemudian dikembangan menjadi tanda yang menginstruksikan suatu gerak tari. Tanda yang diproduksi oleh I Ketut Gede Bendesa dimaknai sebagai aba-aba mulainya tarian, ekspresi, sikap dan gerak tari. Tanda harus disampaikan secara berurutan sehingga murid dapat melakukan motif gerak tari hingga repertoar Tari Pendet dan Tari Baris Tunggal. Tanda tersebut dapat digunakan sebagai media komunikasi penyampaian materi, karena adanya kesepakatan pemahaman antara pengajar dan murid disabilitas rungu.
Tidak tersedia versi lain