Tugas Akhir
Penerapan Penceritaan terbatas dalam mise-en-scene film horor eksperimental "Skinamarink" (2022)
Penelitian ini mengkaji penerapan penceritaan terbatas dalam Mise-en-scène pada film horor eksperimental Skinamarink (2022) karya Kyle Edward Ball. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis naratif menurut David Bordwell, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk penceritaan terbatas dalam film serta bagaimana strategi tersebut diwujudkan melalui elemen visual Mise-en-scène, mencakup Setting, kostum dan tata rias, pencahayaan, serta staging. Film ini secara radikal membatasi aliran informasi melalui sudut pandang karakter anak, yang selanjutnya membentuk pengalaman menonton yang subjektif dan eksistensial. Hasil penelitian menunjukkan elemen Mise-en-scène dalam film ini berperan sebagai latar visual dan medium utama dalam menyampaikan keterbatasan informasi. Setting tidak koheren, pencahayaan rendah yang membatasi visibilitas, penggunaan kostum yang minimalis, serta absennya tubuh karakter secara utuh membentuk visual yang kabur dan menekan secara emosional. Elemen-elemen tersebut menciptakan ruang naratif yang tertutup dan disorientatif, memperkuat ketegangan serta kecemasan eksistensial penonton. Dengan demikian, mise-en-scène dalam Skinamarink berfungsi sebagai wajah utama dari strategi penceritaan terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penceritaan terbatas dan Mise-en-scène saling mengikat sebagai bentuk dan isi, menciptakan horor yang bersifat sensorik, filosofis, dan eksperimental.
Tidak tersedia versi lain