Tugas Akhir
Korelasi regulasi diri melalui musik dengan motivasi belajar mahasiswa psikologi di Yogyakarta
Musik kerap dipakai untuk memengaruhi suasana hati dalam membantu seseorang tetap fokus. Namun, masih sedikit penelitian yang mengkaji bagaimana musik bisa digunakan sebagai alat pengaturan diri untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara penggunaan musik sebagai strategi pengaturan diri dengan motivasi belajar mahasiswa Psikologi di sebuah universitas di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 101 mahasiswa angakatan 2022 yang dipilih secara praktis (convenience sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mengukur regulasi diri lewat musik dan motivasi belajar mahasiswa. Instrumen regulasi diri diadaptasi dari Groarke dan Hogan (2012) dan Saarikallio (2012), sementara motivasi belajar diadaptasi dari Pintrich dan DeGroot (1990). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya korelasi positif dan signifikan antara regulasi diri melalui musik dengan motivasi belajar mahasiswa (r = 0,381; p = 0,000). Artinya, mahasiswa yang lebih efektif menggunakan musik sebagai cara mengatur diri cenderung memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi. Temuan ini mendukung pemakaian musik sebagai strategi belajar mandiri yang membantu mahasiswa menjaga kesejahteraan emosional sekaligus meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode pembelajaran yang mempertimbangkan aspek emosional mahasiswa melalui musik. Dengan demikian, proses belajar dapat berlangsung lebih optimal dan menyenangkan bagi mahasiswa.
Tidak tersedia versi lain