Tugas Akhir
Di Hikok Helawang
Karya tari Di Hikok Helawang merupakan sebuah koreografi dramatik yang terinspirasi dari tradisi tahunan masyarakat Melayu di Desa Nyelanding, Bangka Selatan. Tradisi yang dikenal dengan nama Hikok Helawang ini mengandung nilai-nilai luhur seperti spiritualitas, semangat gotong royong, serta kebersamaan sosial yang diekspresikan melalui tiga prosesi utama, yaitu: persiapan dulang, doa bersama, dan jamuan kolektif. Ketiga prosesi tersebut membentuk struktur ritual yang menyatukan aspek keagamaan dan kebudayaan lokal dalam satu kesatuan peristiwa budaya yang sakral. Pengalaman langsung penata dalam mengikuti prosesi tradisi ini menjadi sumber rangsang visual dan emosional yang sangat kuat, sehingga melahirkan kebutuhan untuk mengekspresikan pengalaman tersebut dalam bentuk karya seni tari. Karya ini dibangun menggunakan pendekatan metode penciptaan tari dari Alma M. Hawkins, yang terdiri dari tahapan eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Melalui metode tersebut, penata menyusun koreografi dengan mengedepankan olah tubuh yang intuitif dan reflektif, serta membentuk struktur dramatik yang memuat transisi emosi dari kehangatan kolektif menuju kehampaan pasca tradisi. Koreografi Di Hikok Helawang tidak hanya menghadirkan estetika gerak yang menggugah, tetapi juga mengandung dimensi naratif dan simbolik yang mencerminkan dinamika batin masyarakat serta kerinduan terhadap nilai-nilai tradisi yang mulai memudar di era modern. Dengan demikian, karya ini menjadi representasi artistik yang mengangkat kekuatan tubuh sebagai medium ekspresi kultural, sekaligus menjadi ruang refleksi atas makna keberadaan, identitas, dan memori kolektif dalam konteks lokalitas.
Tidak tersedia versi lain