Tugas Akhir
Efikasi sebagai strategi mengatasi music performance anxiety studi kasus : musisi orkestra
Music Performance Anxiety (MPA) menjadi fenomena universal yang di alami oleh para musisi orkestra. Kondisi tersebut tersebar luas di kalangan musisi dan sering kali memiliki dampak signifikan terhadap performa serta jenjang karier mereka. Berdasarkan urgensi tersebut, maka strategi dalam mengatasi MPA menjadi suatu hal yang penting untuk diketahui khususnya bagi para musisi yang sungguh- sungguh menjadikan musik sebagai profesi. Strategi mendasar yang dapat dilakukan adalah meningkatkan efikasi diri yakni kemampuan diri untuk menanamkan doktrin pada diri sendiri bahwa tidak akan gagal karena usaha yang sudah dilakukan atau meyakini bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses pertumbuhan. Teori yang digunakan sebagai landasan sekaligus pisau bedah penelitian ini adalah teori MPA oleh LeBlanc dan teori efikasi diri oleh Bandura. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengidentifikasi peran efikasi diri dalam menciptakan strategi untuk mengatasi MPA pada para musisi orkestra. Metode yang digunakan ialah kualitatif studi kasus dengan melakukan wawancara terhadap beberapa musisi orkestra dan menganalisis secara mendalam pengalaman musisi orkestra terkait MPA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MPA hadir karena beberapa faktor yakni faktor internal seperti emosi atau karakter bawaan, latar belakang, kesiapan individu terhadap bahan yang akan di tampilkan, hingga kondisi fisik. Kemudian terdapat faktor eksternal seperti kondisi sosial dan ekspektasi audiens. Hasil penelitian ini di analisis dan menunjukkan bahwa musisi dengan tingkat efikasi diri yang tinggi berpotensi dapat mengatasi MPA lebih baik dibandingkan musisi dengan tingkat efikasi diri yang rendah. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa meningkatkan efikasi diri merupakan strategi penting dalam mengatasi MPA.
Tidak tersedia versi lain