Tugas Akhir
Implementasi genre semi dokumenter pada penceritaan animasi 3D " Uembak Raya" tentang peristiwa tsunami Aceh 2004
Masyarakat pada umum melihat film dokumenter sebagai sesuatu yang “tidak dimanipulasi”, “transparan”, “apa adanya”, dan menyampaikan kebenaran (Platinga dalam Mhone, 2015). Tapi apakah dokumenter itu akan berubah estetikanya ketika ditambahkan kata “semi”?. Jadi apakah semi dokumenter itu bukan dokumenter? Dan apakah kemurnian dokumenter masih bisa dipertahankan jika dimaksukkan ke film animasi masih menjadi pertanyaan. Jurnal ini akan membahas seputar itu. Memakai metode berfikir kreatif Graham wallas karena metode ini cukup efisien untuk menciptakan kerangka, konsep, dan ide cerita sampai pada penciptaan skenario pada animasi bergenre semi-dokumenter yang mengkombinasikan dokumenter dan fiksi bertema Tsunami untuk menonjolkan dramatisasi dalam penceritaan. Dengan mengimplementasikan genre semi dokumenter keadalam penceritaan film animasi akan memberikan pandangan baru seputar dunia animasi. Dan genre ini juga akan menyampaikan informasi pengetahuan yang tidak membosankan dan tidak terlalu formal sehingga konsumen akan lebih tertarik untuk menikmatinya
Tidak tersedia versi lain