Tugas Akhir
Metro Cinema Kemang sebagai ruang alternatif bagi komunitas film di Jakarta dalam perspektif Henri Lefebvre
Metro Cinema Kemang menjadi salah satu ruang pemutaran film di Jakarta yang dipahami sebagai ruang putar alternatif oleh Komunitas film di Jakarta. Klasifikasi ruang putar alternatif muncul karena tersituasikannya wacana pemutaran film di Indonesia dibawah dominasi jaringan bioskop yang muncul di pusat perbelanjaan dan dikelola hanya sebagai bisnis atau lebih dikenal sebagai bioskop jaringan. Diperlukan suatu analisa terhadap kualitas alternatif yang dimiliki Metro Cinema Kemang untuk ditempatkan dalam latar sosio politik pemutaran film di Indonesia. Studi kasus terhadap ruang tersebut dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara dan membaca literatur yang membangun latar sejarah daripada kemunculan istilah alternatif. Penelitian dilakukan di Metro Cinema Kemang dengan mengobservasi ruangan serta mencari narasumber yang berkembang selama penelitian. Himpunan data ini kemudian dianalisis menggunakan kerangka produksi ruang Henri Lefebvre yang membaca ruang sosial meliputi: conceived space, perceived space dan lived space . Penelitian menemukan bahwa Metro Cinema Kemang bukan ruang alternatif yang sesuai dengan cita-cita dimana istilah tersebut dicetuskan sebagai respon zaman. Namun demikian, tetap terdapat praktik alternatif yang terjadi sekalipun kecil. Ini terindikasi bahwa membuat ruang alternatif di Indonesia dapat hadir dengan membutuhkan biaya serta dedikasi yang memadai.
Tidak tersedia versi lain