Tugas Akhir
Makna ruang pedaringan di rumah tinggal penduduk Dusun Tutup Ngisor Kabupaten Magelang
Masyarakat Jawa dikenal memiliki budaya yang kaya akan nilai-nilai simbolik dan spiritual, terwujud melalui berbagai arsitektur rumah Jawa. Ruang pedaringan sebagai bagian dari rumah Jawa tidak hanya memiliki fungsi praktis, tetapi serat akan makna simbolik yang erat kaitanya dengan nilai, aktivitas, dan penataan ruang masyarakat Dusun Tutup Ngisor. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui bentuk keberlanjutan ruang pedaringan dan pemaknaan masyarakat setempat pada masa kini. Metode Etnografi digunakan dengan analisis teori lingkungan binaan Amos Rapoport yang mencakup sistem nilai, sistem aktivitas, dan sistem setting. Hasil penelitian menunjukan bahwa ruang pedaringan masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat sebagai ruang sakral dan privat, namun terdapat masyarakat yang memisahkan fisik ruang pedaringan berdasarkan aktivitasnya, yaitu sembahyang dan penyimpanan bahan pangan. Penelitian memperlihatkan bahwa lingkungan binaan bersifat spesifik-budaya: ruang pedaringan dapat berubah bentuk atau bergeser fungsi, namun nilai dan aktivitas spiritual yang melandasinya tetap bertahan melalui adaptasi setting.
Tidak tersedia versi lain