Tugas Akhir
Tuan puan
Karya tari Tuan Puan diciptakan berdasarkan pengamatan terhadap kesenian Teater Makyong, khususnya pada tokoh Cekwang seorang raja yang diperankan oleh perempuan. Dalam budaya Melayu, sebutan Tuan Puan mencerminkan sikap hormat dan kesopanan, yang menjadi dasar dalam membangun konsep karya ini. Tokoh Cekwang menghadirkan gambaran sosok perempuan yang lembut, dihormati, namun juga memiliki kekuasaan. Karya ini disusun dalam tiga segmen yang mengolah unsur gerak dari tari Makyong dan Silat Melayu. Proses penciptaan dilakukan melalui eksplorasi konsep gerak, pemilihan properti, kostum, serta musik yang memperkuat gagasan utama. Melalui pendekatan tersebut, Tuan Puan berusaha merefleksikan kompleksitas peran perempuan dalam ruang kekuasaan, tanpa melepaskan sisi kelembutan dan kehormatan yang melekat padanya.
Tidak tersedia versi lain