Tugas Akhir
Mberot negosiasi musikal kesenian bantengan di Kota Batu
Fenomena Mberot yang marak di media sosial saat ini mencerminkan inovasi yang signifikan dalam Kesenian Bantengan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Kota Batu. Kesenian Bantengan yang awalnya bersifat sakral dan berakar pada nilai-nilai tradisi kini mengalami reinterpretasi melalui inovasi musikal dan pengemasan pertunjukan yang lebih modern. Mberot, yang secara harfiah berarti memberontak dan susah diatur, menjadi simbol kreatif generasi muda dalam bentuk inovasi kesenian Bantengan dengan iringan musik yang telah berkembang sesuai dengan minat generasi saat ini. Studi ini meninjau fenomena tersebut dari perspektif etnomusikologi dan antropologi visual, dengan fokus pada hibriditas musikal yang menggabungkan instrumen tradisional seperti kendang, jidor, dan angklung dengan beat elektronik modern. Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi dalam Mberot bukan sekadar bentuk hiburan, melainkan strategi adaptif untuk menjaga keberlanjutan tradisi di tengah arus modernitas. Melalui film dokumenter ekspositori berjudul “Mberot”, penelitian ini menggambarkan proses negosiasi kultural antara Kesenian Bantengan dan Mberot, serta menyampaikan bahwa musik juga berfungsi sebagai agen perubahan sosial. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak selalu identik dengan penyajian kesenian tradisi yang telah ada, tetapi juga dapat diwujudkan melalui interpretasi kreatif yang relevan dengan konteks zaman
Tidak tersedia versi lain