Tugas Akhir
Puan dan pulih
Karya Puan dan Pulih berangkat dari pengalaman empiris dan pengamatan atas kondisi psikologis perempuan yang mengalami trauma relasional akibat pengkhianatan atau tekanan dalam hubungan dekat. Trauma ini termasuk kategori trauma kompleks yang sering kali menimbulkan gangguan seperti PTSD, ditandai dengan kecemasan, kilas balik, dan tekanan emosional mendalam. Puan dan Pulih bermakna perjalanan perempuan dari luka batin akibat trauma menuju pemulihan diri, menggambarkan keteguhan, penerimaan, dan kekuatan untuk bangkit. Berdasarkan teori Betrayal Trauma oleh Jennifer Freyd, perempuan cenderung lebih rentan karena keterikatan emosional yang tinggi terhadap sosok yang justru menyakiti mereka. Luka ini menciptakan sisi gelap dalam diri atau shadow (Jung), yang tersembunyi namun terus memengaruhi cara pandang dan relasi seseorang. Sebagai respon terhadap pengalaman batin tersebut, karya ini diolah melalui pendekatan dramaturgi tari yang dipadukan dengan simbolik serta teknik tubuh dari Limón Technique, yang menekankan dinamika fall and recovery, breath, dan suspension untuk menggambarkan ketegangan hingga pemulihan emosional. Simbol-simbol seperti topeng, kain putih, dan pecahan keramik digunakan untuk menyampaikan makna mendalam yang tidak diungkap secara verbal. Puan dan Pulih tidak hanya menghadirkan keindahan gerak, tetapi juga menjadi ruang refleksi, penyembuhan, dan penyampaian suara perempuan yang selama ini tersembunyi dalam luka.
Tidak tersedia versi lain