Tugas Akhir
Basic
Karya tari yang berjudul ''Basic'' merupakan bentuk refleksi penata terhadap diri penata, bahwa penata merupakan penari tradisi Yogyakarta. Tari klasik gaya Yogyakarta terdapat falsafah tari yang saat ini masih relevan digunakan yaitu Kawruh Joged Mataram yang didalamnya terdapat tiga aspek mendasar dalam tari klasik gaya Yogyakarta yaitu wiraga, wirama, dan wirasa. Konsep Joged Mataram wiraga adalah raga atau tubuh dimana media utama seorang penari dalam menyampaikan pesan dan kesan kepada penonton, wirama adalah kepekaan penari terhadap irama musik untuk mengatur dinamika gerak, wirasa adalah kepekaan rasa penari untuk mengungkapkan ekspresinya. Ketiga aspek tersebut penata coba mengorelasikan terhadap empiris penata, dari proses refleksinya penata menemukan benang merah bahwa konsep wiraga penata dapatkan dari keahlian ibu sebagai seorang penari dan menuntun penata untuk belajar menari, pada konsep wirama penata mendapat kepekaan irama karena sosok bapak yang juga seorang musisi tradisi di Yogyakarta menyalurkan bakat musiknya pada penata sehingga penata sedikit paham mengenai musik untuk keperluan dalam kepenariannya, sedangkan wirasa merupakan capaian pribadi penata dalam berproses menemukan tingkat pengolahan rasa ketika menari. Karya Basic merupakan karya tari menggunakan tipe tari segmented dengan menggunakan tahapan dari metode Hawkins dalam buku yang berjudul “Mencipta Lewat Tari” terjemahan oleh Y. Sumandiyo hadi yaitu eksplorasi, improvisasi, komposisi. Akhir dari karya penata menghadirkan sosok bapak dan ibu penata sebagai tanda terimakasih penata untuk orangtuanya yang telah menuntun dan mengajarkan untuk selalu mengolah diri, selain itu peran orang tua penata juga menjadi salah satu inspirasi pada karya ''Basic'' ini.
Tidak tersedia versi lain