Tugas Akhir
Pertunjukan Bantengan (Komunitas Rukun Santoso) : Kajian Strukturalisme Claude Levi-Strauss
INTISARI Bantengan merupakan sebuah pertunjukan tradisi lokal yang berasal dari daerah Jawa Timur khususnya Kota Batu. Pertunjukan Bantengan merupakan gabungan unsur musik, tarian, drama, ritual, mantra, bela diri, olahraga, dan sebagainya. Penelitian skripsi ini memilih objek pertunjukan Bantengan Komunitas Rukun Santoso di Desa Bulukerto Kota Batu. Kajian pertunjukan Bantengan ini menggunakan teori analisis strukturalisme Claude Levi-Strauss. Teori ini memandang bahwa kebudayaan memiliki struktur terdalam yang tersusun dari oposisi biner, Levi-Strauss memandang mitos dan ritual sebagai sebuah teks naratif yang memiliki struktur dan makna. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara mendalam dengan pelaku seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan Bantengan dilakukan dengan urutan dan aturan tertentu, Komunitas Rukun Santoso memiliki urutan dan aturannya sendiri dibanding dengan komunitas yang lain. Terdapat pola berulang pada pertunjukan Bantengan yang menggambarkan konflik antara kekuatan baik dan jahat, dunia nyata dan dunia ghaib, serta tradisi dan modern. Pola oposisi tersebut tidak hanya terdapat pada alur cerita, melainkan juga pada elemen pendukung musik, kostum, gerak, dan struktur pertunjukan. Penelitian ini memetakan struktur dalam yang tersembunyi dibalik struktur luar pertunjukan, yang menunjukan bahwa Bantengan bukan hanya sebagai hiburan, melainkan juga sebagai cara berpikir masyarakat dalam menyikapi niali-nilai kehidupan. Selain itu Bantengan juga memiliki fungsi simbolik yang kuat dalam menjaga identitas budaya.
Tidak tersedia versi lain