Tugas Akhir
Konflik Batin Lansia Pasca Kematian Pasangan Hidup sebagai Inspirasi Penciptaan Skenario Kar
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konflik batin yang dialami lansia pasca kematian pasangan hidup sebagai inspirasi penciptaan skenario film pendek berjudul Kar. Studi ini berangkat dari pengalaman empiris penulis yang menyaksikan pergulatan batin neneknya, Karmonah, setelah kehilangan suami secara mendadak. Fenomena late-life crisis (krisis identitas di usia lanjut) dan grief dream (mimpi duka) menjadi pondasi utama dalam membangun karakter dan konflik cerita. Late-life crisis menggambarkan krisis jati diri yang dialami lansia akibat perubahan besar seperti kematian pasangan, sedangkan grief dream menyoroti mimpi tentang orang yang telah tiada sebagai respon psikologis terhadap kehilangan. Penciptaan skenario ini menggunakan pendekatan empiris melalui observasi dan wawancara, serta analisis data yang kemudian diolah menggunakan struktur naratif miniplot Robert McKee, yang menekankan protagonis pasif, konflik internal, akhir cerita terbuka, dan fokus pada banyak karakter. Konsep l'autre (yang lain) dalam eksistensialisme Jean-Paul Sartre diintegrasikan untuk menggambarkan bagaimana kehadiran orang lain, baik nyata maupun dalam bentuk kenangan, dapat menjadi sumber konflik sekaligus mendorong rekonstruksi identitas dan makna hidup. Selain itu, realisme magis diterapkan sebagai pendekatan estetika untuk memperdalam pengalaman batin tokoh melalui perpaduan antara realitas sehari-hari dan unsur magis, khususnya dalam visualisasi mimpi dan kenangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman empiris lansia yang berduka dapat diolah menjadi narasi sinematik yang kaya makna, merepresentasikan kompleksitas emosi, pencarian makna, dan proses penyembuhan psikologis. Skenario Kar tidak hanya menjadi refleksi personal, tetapi juga menawarkan perspektif baru mengenai pentingnya dukungan sosial dan pemaknaan ulang identitas diri bagi lansia pasca kehilangan pasangan hidup.
Tidak tersedia versi lain