Buku Teks
Pengasingan Sultan Hamengku Buwono II di Saparua
Buku Pengasingan Sultan Hamengku Buwono II di Saparua menyajikan studi mendalam atas naskah Babad Mentawis, sebuah karya yang nyaris terlupakan namun sarat makna historis, yang dimiliki oleh Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Buku setebal sekitar 130 halaman ini mengurai kisah pengasingan Sri Sultan HB II pasca kekuasaannya terguncang di Jawa. Setelah ditahan di Penang, ia dipulangkan sementara ke Batavia, namun karena terus dipandang sebagai ancaman politik bagi kolonial Belanda, akhirnya ia diasingkan kembali ke Pulau Saparua. Di tanah pengasingan, sang Sultan berkomunikasi dengan istri keempatnya, Dewi Dayaningrat, melalui surat yang memuat upaya diplomasi dan dukungan emosional; istri tersebut berperan penting dalam negosiasi kulminasi pemulangan Sultan ke Tanah Jawa. Buku ini bukan hanya merekam peristiwa politik dan geografis, tapi juga membuka wacana tentang dinamika internal keraton, pengaruh kolonial, serta peran perempuan di balik layar kekuasaan. Naskah Babad Mentawis yang digunakan ditulis dalam bentuk tembang Jawa—dhandhanggula, kinanthi, sinom, pucung, dan lainnya—sehingga menyuguhkan narasi historis dalam balutan gaya sastra tradisional. Dengan pendekatan lintas disiplin, buku ini menghadirkan naskah kuno sebagai sumber informasi autentik yang penting untuk memahami masa pembuangan Sultan HB II—sebuah peristiwa yang jarang diangkat dalam historiografi mainstream Jawa.
Kata kunci: Babad Mentawis, naskah kuno
Tidak tersedia versi lain