Tugas Akhir
Representasi kecantikan dalam film The Subtance melalui perspektif psikoanalisis sinema
The Substance (2024) menyampaikan kritik terhadap standar kecantikan usia muda bagi perempuan dengan gaya satir. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar representasi kecantikan dalam film melalui elemen visual mise-en-scène dalam perspektif psikoanalisis sinema, dengan mengacu pada teori imaginary signifier, male gaze, dan fetisisme. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui proses analisis visual pada sampel-sampel adegan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecantikan direpresentasikan melalui mise-en-scène dengan mengacu pada fetisisme dan male gaze, yang mampu memengaruhi penerimaan dan identifikasi penonton (imaginary signifier). Kajian ini diharapkan mampu berkontribusi sebagai referensi dan bahan diskusi kajian media populer, film.
Tidak tersedia versi lain