Tugas Akhir
Perancangan interior lobi dan hotel hotel Swiss-Belboutique Cirebon dengan konsep historis multikultural
Identitas Cirebon sebagai kota multikultur berkembang melalui kejayaan perdagangan maritim abad ke-14 yang terjadi di Pesisir Muara Jati. Namun identitas ini mulai meredup seiring perkembangan teknologi dan arus globalisasi. Pengaruh kemajuan teknologi membawa perubahan dalam perkembangan gaya hidup global sehingga memunculkan kelompok baru dalam masyarakat urban, yaitu remote worker. Disisi lain wisatawan pada kota ini meningkat setiap tahunnya. Perancangan interior ini mengambil lokus Swiss-BelBoutique sebagai studi kasus, sebuah hotel butik berbintang 4 bertarafkan internasional, berpotensi mengintegrasikan sejarah Pesisir Muara Jati penyebab multikulturalisme yang relevan dengan perkembangan gaya hidup modern melalui konsep Historis Multikultural. Metode perancangan menggunakan pendekatan Design Thinking Double Diamond, yang terdiri dari empat tahap utama: Penemuan (pengumpulan data dan studi lapangan), Perumusan Masalah (perumusan inti masalah), Pengembangan ide (pengembangan ide dan konsep desain), dan Penerapan Solusi (finalisasi desain). Solusi desain yang dihadirkan tidak hanya berfokus pada kenyamanan fungsi ruang, tetapi juga menyatukan narasi sejarah melalui elemen visual, tata ruang, dan pemilihan material yang mendukung kebutuhan produktivitas remote worker. Melalui konsep Historis Multikultural, perancangan ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman ruang yang unik, memperkuat identitas lokal, serta memperkuat daya tarik pengunjung melalui desain yang adaptif terhadap kebutuhan remote worker di tengah berkembangnya pariwisata Cirebon.
Tidak tersedia versi lain