Tugas Akhir
Eksplorasi bentuk Alpukat Dalam Karya Keramik Fungsional
Alpukat merupakan inspirasi penulis dalam penciptaan Tugas Akhir ini dalam pembuatan karya seni keramik fungsional, yang didasarkan pada keunikan buah alpukat yang membuat kagum penulis, selain menyukai rasa dan manfaatnya buah ini juga memiliki makna khusus yaitu kakak penulis. Kakak dari penulis mengidam alpukat saat mengandung ponakan penulis, sehingga buah ini selalu ada di rumah penulis. Kehadiran alpukat yang konsisten selama masa kecil ponakan membuat penulis lebih dekat, yang setiap hari melihat dan kadang ikut menikmatinya. Tujuan untuk penciptaan karya ini dengan mengeksplorasi bentuk alpukat sehingga menjadi keramik fungsional. Metode penciptaan yang digunakan yang digunakan yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Proses pembuatan keramik dimulai dengan mengumpulkan data mengenai buah alpukat kemudian menuangkan ke dalam sketsa dan rancangan desain selanjutnya pembuatan karya. Bahan yang digunakan tanah liat stoneware Sukabumi. Proses pembuatan dimulai dari proses pembentukan dengan teknik tekan, pinch, dan slab. Ke dua, proses dekorasi dengan teknik tempel, ke tiga, tahap pengeringan. Terakhir, proses pembakaran biskuit hingga suhu 900°C lalu proses pengglasiran dengan teknik celup, semprot, dan kuas, terakhir pembakaran glasir hingga suhu 1200°C. Hasil akhir dalam penciptaan Tugas Akhir ini adalah delapan karya keramik fungsional dengan mengeksplorasi bentuk buah alpukat dengan berbagai fungsinya berupa vas bunga, tempat lilin, tempat permen, tempat bros, tempat tisu, tempat dupa, tempat pensil, dan tempat butsir. Dengan tambahan dekorasi tekstur dan juga ulat pada beberapa badan keramik. Warna glasir pigmen yang digunakan yaitu warna hijau untuk dibagian luar badan keramik, warna kuning untuk bagian dalam, warna coklat muda untuk dekorasi tekstur, dan warna coklat tua untuk dekorasi ulat
Tidak tersedia versi lain