Tugas Akhir
Ekspresi Artistik Pelukis Dengan Skizofrenia Residual : Studi Kasus Dwi Putro Mulyono Jati
Penelitian ini mengkaji ekspresi artistik Dwi Putro Mulyono Jati, seorang seniman Art Brut Indonesia yang mengidap gangguan mental Skizofrenia Residual. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menelusuri peran seni lukis sebagai medium ekspresi dan terapi dalam permasalahan. Proses kreatif Dwi Putro dianalisis dengan teori Form and Feeling Susanne Langer, serta dikaitkan dengan kajian hubungan antara gangguan mental dan kreativitas artistik. Hasil temuan menunjukkan bahwa aktivitas melukis bagi Dwi Putro berfungsi sebagai mekanisme terapi seni yang memungkinkan regulasi emosional dan peningkatan kualitas hidup. Karya-karya yang dihasilkan tidak hanya mencerminkan dunia batin yang kompleks, tetapi juga merepresentasikan simbol personal, memori, dan bentuk ekspresi yang khas. Peran pendampingan dari keluarga, khususnya adik kandungnya Nawa Tunggal, menjadi elemen penting dalam menjembatani proses kreatif dan interaksi sosial sang seniman. Penelitian ini menegaskan bahwa seni tidak sekadar menjadi media ekspresi, tetapi juga sarana terapeutik yang signifikan dalam konteks pemulihan psikologis penyandang gangguan jiwa. Kata kunci: Art Brut, Skizofrenia Residual, ekspresi artistik, terapi seni, simbolisme, Dwi Putro Mulyono Jati
Tidak tersedia versi lain