Tugas Akhir
Analisis Kostum Tokoh Badrun Senagai Penggerak Cerita Pada Film Badrun & Loundri (2023)
Film Badrun & Loundri merupakan salah satu karya Garin Nugroho yang mengangkat isu sosial-politik dengan pendekatan kritik terhadap agama dan kekuasaan. Daya tarik film ini terletak pada penggunaan kostum tokoh utamanya, Badrun, yang tampil mencolok dan bervariasi. Kostum dalam film tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas karakter, tetapi juga memiliki peran sebagai penggerak cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kostum yang dikenakan oleh tokoh utama dan menganalisis bagaimana kostum tersebut memengaruhi pergerakan cerita dalam film. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan fokus pada adegan-adegan yang menampilkan tokoh Badrun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi langsung terhadap film. Data dianalisis menggunakan teori kostum serta plot dari David Bordwell dan Kristin Thompson, teori kostum sebagai penggerak cerita dari Himawan Pratista, teori tiga dimensi karakter dari Egri Lajos, kategori kostum dari RMA. Harymawan, teori warna dari Sadjiman Ebdi Sanyoto, serta teori atribusi dari Fritz Heider. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 variasi kostum yang dikenakan oleh tokoh Badrun sepanjang film. Variasi kostum tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga tipe utama, yaitu kostum orang biasa, kostum Tuan Guru, dan kostum Polisi. Melalui pembagian segmentasi plot ke dalam lima bagian utama, ditemukan bahwa kostum yang dikenakan Badrun memiliki peran aktif dalam mendorong perkembangan cerita film secara keseluruhan.
Tidak tersedia versi lain