Tugas Akhir
Redesain Interior Gedung Program Studi Desain Interior ISI Yogyakarta Dengan Pendekatan Human Centered Design
Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi sarana akademik, tetapi juga ruang sosial yang membentuk budaya belajar dan kolaborasi. Prodi Desain Interior ISI YK, sebagai institusi seni terkemuka yang telah meraih akreditasi “Unggul”, masih menghadapi tantangan pada aspek lingkungan fisik seperti pencahayaan, sirkulasi udara, dan tata ruang. Metode perancangan yang digunakan berbasis pendekatan Human Centered Design dengan mempertimbangkan standar fasilitas pendidikan tinggi serta karakteristik institusi seni dan tema Adaptive Learning untuk menciptakan ruang belajar yang ergonomis, representatif, dan fleksibel. Desain mengusung gaya modern kontemporer yang mencerminkan semangat inovatif, serta mengintegrasikan warna dan identitas visual program studi sebagai elemen karakter keilmuan. Konsep “Metamorphic Space” digunakan untuk mewujudkan ruang yang dinamis, multifungsi, dan adaptif terhadap berbagai aktivitas akademik. Hasil akhir perancangan menunjukkan bahwa penggunaan beragam elemen modular dan adaptif mampu mendukung kenyamanan, efisiensi, serta fleksibilitas ruang belajar. Integrasi antara fungsi, pemilihan material yang sesuai, dan ekspresi visual yang kuat menjadikan ruang kampus lebih produktif, inspiratif, dan berkarakter. Tata ruang yang responsif terhadap kebutuhan pengguna turut memperkuat citra institusi serta meningkatkan daya saing akademik di tingkat nasional maupun internasional.
Tidak tersedia versi lain