Tugas Akhir
Tumbuhan mangrove (rhizophora stylosa sebagai ide penciptaan dan pewarna alami batik busana kasual yang dikombinasikan dengan sashiko
Pemanfaatan tumbuhan sebagai pewarna alami pada tekstil telah dikenal sejak dahulu, terutama dalam pembuatan batik. Wilayah yang memanfaatkan pewarna alami dari mangrove adalah Kabupaten Cilacap, Leksana Batik Jaya merupakan salah satu sentra batik yang menggunakan buah mangrove sebagai bahan dasar pewarnaan batik. Selain digunakan sebagai pewarna, tumbuhan mangrove juga menjadi ide utama dalam penciptaan motif batik, khususnya bagian buah, daun, batang, bunga dan akar mangrove. Untuk mengoptimalkan desain, sashiko atau sulam tradisional dari Jepang akan diaplikasikan pada busana. Metode pendekatan yang digunakan penulis dalam penciptaan karya tugas akhir ini adalah metode pendekatan estetika menurut Artini KusmiatI dan metode penciptaan menurut Hawkins yang melalui 3 tahap yaitu eksplorasi, improvisasi dan pembentukan atau komposisi. Landasan teori yang digunakan penulis adalah teori estetika dan teori ergonomi. Tahapan yang dilakukan penulis mulai dari tahap pembuatan pola, penjiplakan motif, pemotongan kain, pembatikan, pewarnaan, penjahitan, dan penghiasan pada busana. Karya yang dihasilkan dalam tugas akhir ini berupa enam buah karya busana kasual, dengan perpaduan teknik pewarna alam dan sashiko. Kombinasi motif batik dan sashiko menghasilkan busana kasual yang nyaman, modern, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Tidak tersedia versi lain