Tugas Akhir
Penerapan batik kontemporer motif geometris dan shibori pada busana kasual dengan genre unisex
Tugas Akhir ini terinspirasi dari motif geometris sebagai elemen visual utama dalam pengembangan batik kontemporer, yang dipadukan dengan shibori untuk menciptakan karya tekstil inovatif. Motif geometris, yang terinspirasi dari bentuk-bentuk dasar seperti lingkaran, segitiga, dan segiempat, memberikan kesan modern, dan dinamis dalam desain kain. Sebagai upaya inovasi visual, motif geometris tersebut kemudian dipadukan dengan shibori sebuah metode pewarnaan kain asal Jepang yang menggunakan prinsip ikat celup. Teknik ini melibatkan proses manual berupa jahitan dan pengikatan kain sebelum melalui tahap pewarnaan, sehingga menghasilkan pola-pola yang bersifat unik. Karakteristik khas dari shibori yang menciptakan motif yang tak terduga ini memberikan nilai tambah artistik pada hasil akhir karya tekstil. Metode penciptaan ini menggunakan metode Alma Hawkins yang terdiri dari tiga tahapan utama: eksplorasi, improvisasi, dan perwujudan. Dengan metode ini, penelitian bertujuan memadukan unsur-unsur batik kontemporer dan shibori dengan pewarna napthol dan remasol guna menghasilkan busana unisex yang merefleksikan kreativitas sekaligus memperlihatkan warisan budaya. Karya yang diciptakan dalam tugas akhir ini menghasilkan enam busana kasual berkonsep unisex. Setiap busana memiliki susunan motif batik yang berbeda, menambah sentuhan estetika baru yang dapat menarik perhatian pria maupun wanita.
Tidak tersedia versi lain