Tugas Akhir
Transformasi karapan sapi Madura pada busana pesta malam
Madura adalah suku perantau yang banyak tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Madura memiliki tradisi yang terkenal hingga saat ini yang bernama, Karapan Sapi Madura yaitu perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Pulau Madura, Jawa Timur. Tradisi ini merupakan simbol identitas masyarakat Madura dan mengandung nilai-nilai luhur seperti kerja keras, kerja sama, sportivitas, persaingan, dan ketertiban. Karapan sapi ini menjadi motif batik utama dalam penciptaan karya dengan khas Madura. Batik Madura adalah salah satu jenis batik pesisir yang memiliki keindahan tersendiri, namun masih belum begitu dikenal oleh masyarakat secara luas. Batik Madura memiliki warna cerah dan tegas seperti kuning, merah, hijau. Setiap warna memiliki makna yang berbeda. Metode pendekatan yang digunakan dalam karya tugas akhir penulis adalah metode pendekatan estetika, dan ergonomi, serta untuk metode penciptaan ini menggunakan teori milik SP.Gustami yang tahapannya meliputi eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Landasan teori yang digunakan adalah teori estetika, dan ergonomi. Proses perwujudan karya ini menggunakan teknik batik tulis dengan pewarnaan remazol. Tahapan yang dilakukan ini mulai dari tahap mempersiapkan alat bahan, pembuatan pola, pemindahan motif, pembatikan, pewarnaan, finishing batik, pemotongan kain, penjahitan, dan penghiasan busana. Karya yang dihasilkan dalam tugas akhir ini berupa enam buah karya busana pesta malam, dengan warna hitam, coklat, dan warna pesisiran (cerah). Keseluruhan karya memiliki judul dan desain batik yang sama.
Tidak tersedia versi lain