Tugas Akhir
Stilisasi bumbu dapur dalam motif batik pada busana muslim wanita
Bumbu dapur seperti bawang, jahe, cabai, kunyit, dan kencur berfungsi sebagai penyedap rasa, aroma, pendukung pencernaan, dan pengawet alami dalam makanan (Nurani, 2010). Bumbu ini kaya bentuk dan tekstur unik yang menginspirasi desain motif batik, memberikan kedalaman estetika sekaligus menampilkan kekayaan budaya lokal (Haryani, 2018). Batik, sebagai warisan budaya takbenda UNESCO sejak 2003, menjadi simbol identitas Indonesia dan berhasil merambah panggung fashion muslim modern dengan menggabungkan tradisi dan tren (Setiawan & Prajna, 2013; Surya, 2009, Krige, 2017). Tugas akhir ini merancang busana muslim wanita bergaya modern yang menggunakan kombinasi motif batik dari inspirasi bumbu dan kain lurik kain garis tradisional sebagai upaya estetika dan pelestarian budaya, menciptakan desain berlayer yang fleksibel dan berbeda dari pakaian muslim umum Metode pendekatan yang digunakan penulis dalam penciptaan karya tugas akhir ini adalah metode pendekatan estetika menurut Mukhsin Patriansah dan metode pendekatan ergonomi menurut Goet Poespo, serta metode penciptaan tiga tahap enam langkah dari SP. Gustami yang tahapannya meliputi eksplorasi, perancangan, dan pewujudan. Landasan teori yang digunakan penulis adalah teori estetika, teori stilasi, dan teori ergonomi. Proses perwujudan karya ini menggunakan teknik batik tulis dan batik cap dengan pewarnaan tekstil tutup celup remasol dan napthol. Tahapan yang dilakukan penulis mulai dari tahap pembuatan pola, penjiplakan motif, pembatikan, pewarnaan, finishing batik. pemotongan kain, penjahitan, dan penghiasan busana Karya yang dihasilkan dalam tugas akhir ini berupa enam buah karya busana muslim wanita, dengan perpaduan warna kuning, merah, hitam dan emas dari prada. Keseluruhan karya memiliki judul dan desain batik yang berbeda- beda.
Tidak tersedia versi lain