Tugas Akhir
Mahfudzat sebagai ide penciptaan motif batik dalam busana kasual muslim
Ide dasar penciptaan ini yaitu kalimat peribahasa Arab mahfudzat. Penulis ingin memperkenalkan kalimat peribahasa Arab mahfudzat kepada khalayak umum dan menjadi edukasi serta pengingat bagi diri sendiri dan orang banyak. Kalimat mahfudzat yang diambil memiliki makna kecantikan haqiqi seorang wanita yang mempunyai akal fikiran yang bagus dan adab atau akhlak yang baik. Tugas akhir ini berjudul mahfudzat Sebagai Ide Penciptaan Motif Batik dalam Busana Kasual Muslim. Metode pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan estetika dari A.A Djelantik, pendekatan ergonomi dari Peospo dan pendekatan batik dari Supriono. Metode penciptaan dari Gustami SP yaitu dengan melewati eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Landasan teori yang digunakan yaitu teori estetika menurut A.A Djelantik, teori ergonomi menurut Peospo dan teori batik menurut Supriono. Penciptaan busana ini menggunakan teknik batik tulis dengan pewarnaan teknik celup napthol dan teknik colet remasol. Langkah yang dilakukan yaitu pembuatan pola busana, pemotongan kain, motif batik, penjiplakan pada kain, mencanting, pewarnaan, penguncian warna, pelorodan, penjahitan busana, dan finishing. Tugas akhir ini menghasilkan tujuh karya yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Karya busana ini memadukan warna hitam, cokelat, kuning, merah dan putih. Setiap karya dari busana ini berjudul sama yaitu “Maziyyah”.
Tidak tersedia versi lain