Tugas Akhir
Falsafah jawa sedulur papat kalima pancer sebagai sumber penciptaan naskah drama cahyaning pancer sang parikesit
Naskah drama Cahyaning Pancer Sang Parikesit merupakan karya naskah drama bersumber dari falsafah Jawa Sedulur Papat Kalima Pancer sebagaimana tertuang dalam Kidung Marmarti karya Sunan Kalijaga. Falsafah ini mengandung nilai-nilai spiritual dan eksistensial mengenai jati diri manusia yang disertai oleh empat saudara spiritual sejak dalam kandungan. Penciptaan naskah drama Cahyaning Pancer Sang Parikesit menggunakan teori adaptasi Linda Hutcheon untuk mengubah teks lisan (fiksi) menjadi fiksi dramatik, serta teori penulisan drama Lajos Egri untuk menciptakan naskah drama dengan mengembangkan premis, karakter, dan konflik. Metode penciptaan yang digunakan adalah proses berpikir kreatif menurut Graham Wallas yang mencakup tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Hasilnya adalah naskah drama Cahyaning Pancer Sang Parikesit, yang mengisahkan perjalanan roh Parikesit di alam kandungan bersama empat saudara spiritual: Kakang Kawah, Adhi Ari-Ari, Getih, dan Puser. Naskah ini memuat pesan moral tentang pentingnya kesadaran diri, keharmonisan jiwa-raga, serta penghormatan terhadap nilai-nilai lokal. Simpulan dari penciptaan ini menunjukkan bahwa falsafah Jawa Sedulur Papat Kalima Pancer dapat diadaptasi menjadi naskah drama yang komunikatif, reflektif, dan relevan dalam konteks seni pertunjukan kontemporer
Tidak tersedia versi lain