Buku Teks
Penguatan dan pelemahan terhadap persatuan bangsa : media dan tokoh di Kalimantan Selatan (1923-1959)
Pada tahun 1940-an, di Kalimantan Selatan tumbuh suatu gerakan pemuda Dayak. Gagasan dari para intelektual muda ini dikemukakan dalam bentuk publikasi atau propaganda dan menyoroti persatuan etnis Dayak. Diskusi tentang arah pergerakan Pakat Dayak yang fokus pada pergerakan di dalam kelompok dan membuka diri terhadap aktivitasaktivitas pergerakan kebangsaaan yang lebih luas ini menunjukkan keragaman pemikiran dalam organisasi. Hal ini dimuat pada Soeara Pakat edisi tahun 1940-an. Impian persatuan bangsa dalam Soeara Pakat terbitan Banjarmasin tersebut menjadi salah satu bahasan menarik dalam buku Penguatan dan Pelemahan Persatuan Bangsa: Media dan Tokoh di Kalimantan Selatan (1923—1959) ini. Buku yang digagas para peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kalimantan Barat ini memang telah berhasil menghimpun dan mendokumentasikan pemikiran para pelopor kesatuan bangsa di Kalimantan Selatan. Dua tulisan lain mengetengahkan dua sosok fenomenal: Ir. P.M. Noor dan Ibnu Hadjar. Ir. Pangeran Mohamad Noor merupakan salah seorang pemuda pertama dari Kalimantan Selatan yang saat itu berhasil meraih gelar insinyur teknik dari Technische Hoogeschool te Bandoeng. Pemikiran beliau sungguh berharga dalam memajukan bangsa, khususnya dalam bidang pembangunan. Adapun Ibnu Hadjar, meskipun dikenal sebagai tokoh yang mengakomodasikan kekecewaan para pejuang dalam wadah Kesatuan Rakjat jang Tertindas (KRjT), merupakan sosok yang keras, pemberani, sekaligus memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi.
Tidak tersedia versi lain