Tugas Akhir
Representasi motif banji pada embellishment dari limbah logam dan busana muslim ready to wear
Motif Banji termasuk pada pola batik tertua yang kaya akan simbol. Motif ini berasal dari bentuk dasar swastika yang melambangkan harmoni dan keseimbangan, harapan akan keberlimpahan, keselamatan, serta perlindungan spiritual. Motif ini merupakan bagian dari ragam hias klasik yang memiliki makna filosofis dalam konteks spiritualitas Jawa. Limbah logam yang ditemui sebagai bahan hasil sisa produksi produk logam menjadi sumber daya yang memiliki potensi besar untuk dapat diolah menjadi elemen desain mode yang menarik dan bernilai seni. Pengaplikasian motif Banji ke dalam desain busana muslim ready to wear merupakan salah satu upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur budaya lokal. Penggabungan antara kearifan lokal, keberlanjutan, dan inovasi desain menjadikan topik ini relevan dengan tantangan dan peluang dalam industri fashion saat ini. Hal ini juga menjadi upaya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi. Metode penciptaan yang digunakan adalah metode Tiga Tahap Enam langkah dari SP. Gustami yang tahapannya meliputi eksplorasi, perancangan, dan pewujudan. Digunakan 2 (dua) landasan teori dalam pembuatan karya, yaitu teori estetika dan teori ergonomi. Teknik pengerjaan karya meliputi teknik perancangan, teknik pembuatan pola sistem praktis, teknik pembatikan, teknik pewarnaan batik, teknik pemotongan kain, teknik penjahitan busana, fabric manipulation dengan pintuck, teknik coping saw, dan teknik finishing. Karya Tugas Akhir yang dihasilkan berupa koleksi busana muslim ready to wear yang terdiri dari enam tampilan (look) dengan ukuran standar busana wanitu dewasa yaitu M. Setiap look terdiri dari 3 bagian, yaitu atasan bagian dalam berupa blus, atasan bagian luar berupa cape, coat, dan outer, serta bawahan berupa celana dan rok. Keseluruhan karya memiliki judul dan desain batik yang berbedabeda.
Motif Banji termasuk pada pola batik tertua yang kaya akan simbol. Motif ini berasal dari bentuk dasar swastika yang melambangkan harmoni dan keseimbangan, harapan akan keberlimpahan, keselamatan, serta perlindungan spiritual. Motif ini merupakan bagian dari ragam hias klasik yang memiliki makna filosofis dalam konteks spiritualitas Jawa. Limbah logam yang ditemui sebagai bahan hasil sisa produksi produk logam menjadi sumber daya yang memiliki potensi besar untuk dapat diolah menjadi elemen desain mode yang menarik dan bernilai seni. Pengaplikasian motif Banji ke dalam desain busana muslim ready to wear merupakan salah satu upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur budaya lokal. Penggabungan antara kearifan lokal, keberlanjutan, dan inovasi desain menjadikan topik ini relevan dengan tantangan dan peluang dalam industri fashion saat ini. Hal ini juga menjadi upaya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi. Metode penciptaan yang digunakan adalah metode Tiga Tahap Enam langkah dari SP. Gustami yang tahapannya meliputi eksplorasi, perancangan, dan pewujudan. Digunakan 2 (dua) landasan teori dalam pembuatan karya, yaitu teori estetika dan teori ergonomi. Teknik pengerjaan karya meliputi teknik perancangan, teknik pembuatan pola sistem praktis, teknik pembatikan, teknik pewarnaan batik, teknik pemotongan kain, teknik penjahitan busana, fabric manipulation dengan pintuck, teknik coping saw, dan teknik finishing. Karya Tugas Akhir yang dihasilkan berupa koleksi busana muslim ready to wear yang terdiri dari enam tampilan (look) dengan ukuran standar busana wanitu dewasa yaitu M. Setiap look terdiri dari 3 bagian, yaitu atasan bagian dalam berupa blus, atasan bagian luar berupa cape, coat, dan outer, serta bawahan berupa celana dan rok. Keseluruhan karya memiliki judul dan desain batik yang berbedabeda.
Tidak tersedia versi lain