Tugas Akhir
Nilai pendidikan gupuh lungguh suguh dalam pembelajaran tari nandur kamulyan di Sekolah Adat Kampoeng Batara Banyuwangi
Pengembangan sektor pariwisata di zaman serba modern membuat Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu tujuan apabila berkunjung di Pulau Jawa. Sejalan dengan hal tersebut, Sekolah Adat Kampoeng Batar Banyuwangi yang merupakan salah satu pendidikan nonformal dengan tujuan meningkatkan SDM anak-anak melalui sekolah adat. Pola pembelajaran di sekolah ini menerapkan kebisaaan masyarakat yaitu Gupuh Lungguh Suguh dalam rangka pelestarian budaya lokal dan untuk mewariskan pola pendidikan turun temurun yang melakukan ajaran tentang kehidupan kepada peserta didik agar bisa bertumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan memiliki keterampilan yang kreatif, salah satunya melalui pembelajaran tari Nandur Kamulyan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan Gupuh Lungguh Suguh dalam pembelajaran tari Nandur Kamulyan di Sekolah Adat Kampoeng Batara Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Adat Kampoeng Batara Banyuwangi. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan Gupuh Lungguh Suguh dalam pembelajaran tari Nandur Kamulyan. Subjek penelitian yaitu pendiri sekolah, pengajar, peserta didik, budayawan, orang tua peserta didik. Pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi data yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Teknik analisi data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan Gupuh Lungguh Suguh yang ditemukan pada sajian pertunjukan dan proses pembelajaran. Nilai pendidikan gupuh terdapat pada motif gerak ngarit dan aktivitas berkebun sebagai wujud semangat sedangkan pada proses pembelajaran terlihat saat peserta didik dengan semangat untuk datang mengikuti pembelajaran dan memiliki rasa saling menghormati kepada pelatih saat pembelajaran. Nilai lungguh pada bagian intro pertunjukan saat pupuh danding saat dinyanyikan mengandung makna bahwa setiap melakukan segala aktivitas harus ditekuni dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Pada proses pembelajaran terdapat pada pelayanan baik yang diberikan pelatih saat memberikan dan membuat peserta didik tekun dan ikhlas untuk menghafal gerak tari sehingga terjadi keharmonisan dalam proses pembelajaran. Nilai suguh terdapat struktuk penyajian tari Nandur Kamulyan pada aktivitas persiapan penari dan pelatih hingga pementasan berlangsung. Selain itu, saling menghargai menjadi kebiasaan yang selalu diterapkan saat pembelajaran berlangsung. Proses pembelajaran yang dilaksanakan akan dipentaskan untuk suguhan dan bentuk apresiasi dari pelatih dan Sekolah Adat atas hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Tidak tersedia versi lain