Tugas Akhir
Transformasi property kesenian jathilan dalam motif batik dipadukan pada kebaya modern
Tugas akhir yang berjudul “Transformasi Properti Jathilan Dalam Motif Batik Dipadukan Pada Kebaya Modern” diciptakan dengan tujuan untuk ikut mengembangkan dan melestarikan kebudayaan di Yogyakarta khususnya pada Kesenian Jathilan. Jathilan, sebagai salah satu kesenian rakyat yang kerap dipertunjukkan dalam upacara tradisional, tidak hanya merupakan bentuk hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai mistis dan religius. Dalam pertunjukan Jathilan, penggunaan kostum tradisional, seperti kebaya dan batik, turut memperkuat identitas budaya dan kekayaan estetika Jawa. Mewujudkan karya busana kebaya modern dengan menggunakan metode pendekatan estetika, sedangkan metode penciptaan yang digunakan yaitu menggunakan teori SP Gustami dengan tiga tahap. Tahap eksplorasi yaitu mengumpulkan data dengan cara mencari informasi mengenai Kesenian Jathilan melalui media cetak seperti buku, majalah, surat kabar, dan media online. Tahap perancangan yang dilakukan yaitu membuat berbagai macam sketsa alternatif motif batik dan pemilihan sketsa busana terpilih diantara sketsa-sketsa yang telah dibuat. Tahap pewujudan yang dilakukan yaitu menciptakan karya dengan desain yang sudah terpilih dengan tahap proses awal berupa persiapan alat dan bahan, memindah pola, membatik atau mencanting, pewarnaan, sampai dengan proses pelorodan, pemotongan kain, penjahitan, dan penghiasan busana. Tugas Akhir ini berhasil membuat lima buah karya dari dua belas buah desain dengan judul yang berbeda tetapi dengan motif yang sama dan dengan desain busana yang berbeda. Keseluruhan karya yang ciptakan dengan motif utama yaitu wujud kreasi Kesenian Jathilan (kuda lumping) dan motif pendukung yaitu aneka gamelan (gong,saron,kendang), pecut, dan bunga mawar dengan konsep pengambaran yang berulang yaitu dari batik ceplok dan batik lereng.
Tidak tersedia versi lain