Tugas Akhir
Tambang pasir di Kabupaten Garut sebagai inspirasi penciptaan naskah drama Uga Wangsit Siliwangi
Tujuan penulisan ini bertujuan menciptakan naskah drama Uga Wangsit Siliwangi yang mengintegrasikan fenomena penambangan pasir ilegal di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan kekayaan budaya Sunda melalui estetika surealisme satir politis. Berangkat dari kerusakan lingkungan dan konflik sosial akibat tambang ilegal, serta folklor Prabu Siliwangi sebagai simbol pelestarian alam, naskah ini mengkritik eksploitasi sumber daya dan juga melestarikan identitas Sunda. Metode penciptaan meliputi analisis sumber (observasi di Leles, wawancara dengan warga dan narasumber luar daerah, studi teks Carita Parahyangan), perumusan treatment, penokohan, alur berbasis perkembangan watak, dan latar (Leuweung Sancang dan Buwana Larang). Hasilnya adalah naskah dua babak yang menggabungkan bahasa Sunda buhun dan keseharian, dengan elemen surealis (tembok pasir) dan satire politik (dialog sindiran). Naskah ini berkontribusi pada teater Indonesia, memperkuat pelestarian budaya Sunda, dan memicu diskursus ekologi. Saran mencakup pengembangan dialog, pementasan dengan teknologi panggung, dan penelitian resepsi penonton. Penelitian ini relevan untuk advokasi ekologi dan pendidikan budaya di Garut. Kata Kunci: Naskah drama, penambangan pasir ilegal, budaya Sunda, surealisme satir politis, Garut, ekokritik
Tidak tersedia versi lain