Tugas Akhir
Sejauh kaki menapak
Karya tari Sejauh Kaki Menapak merupakan bentuk refleksi diri penata saat menjalani fase kedukaan akibat kematian almarhum ibu. Perasaan rindu yang muncul saat melihat foto album yang berisi momen-momen kebersamaan dengan ibu dan keluarga merupakan stimulus awal yang menggugah diri untuk menciptakan karya tari Sejauh Kaki Menapak. Perasaan rindu yang kuat bisa terjadi karena beberapa faktor dan salah satunya adalah saat seseorang ditinggalkan dengan orang terdekatnya. Pasca ditinggalkan seseorang terdekatnya, mereka akan mengalami setidaknya lima fase kedukaan yaitu denial atau menyangkal, anger atau marah, bargaining atau tawar menawar, depression atau depresi, tahap terakhir yaitu acceptance atau menerima. Gerak-gerak yang hadir dalam karya Sejauh Kaki Menapak merupakan hasil dari pemikiran penata terhadap setiap respon tubuhnya kemudian mentransformasikannya ke dalam bentuk gerak yang kemudian dikembangkan baik dalam pengolahan ruang, waktu dan juga tenaga. Motif gerak yang kerap hadir yaitu gerak jatuh bangun dan motif gerak getaran yang menyimbolkan rasa rindu yang kuat itu hadir di setiap tahap dan kehadirannya tidak menentu mengikuti emosi yang naik turun. Iringan musik sebagai penguat suasana dalam karya ini yaitu berupa MIDI dan beberapa alat musik live berdasarkan latar belakang penata yang berasal dari Bali untuk menghadirkan suasana yang lebih kompleks. Proses seluruh tahap dari fase kedukaan akibat kematian almarhum ibu, penata mengetahui bahwa rasa rindu itu akan selalu hadir walalupun kita sudah bisa menerima untuk iklas namun tanpa disadari dalam perjalannya akan selalu ada yang tetap menyayangi, mendukung, dan menerima kita apa adanya yaitu anggota keluarga lainnya. Kata kunci: Sejauh Kaki Menapak, Rindu, Kematian, Fase Kedukaan, Keluarga
Tidak tersedia versi lain