Tugas Akhir
Manajemen pembelajaran musik angklung pada anak tunarungu di SLB BK karnnamanohara Yogyakarta
Pembelajaran seni musik bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya tunarungu, merupakan bagian penting dari pendidikan inklusif yang mendukung pengembangan potensi diri. SLB B Karnnamanohara Yogyakarta merupakan sekolah khusus anak tunarungu yang menarik untuk diteliti karena menerapkan manajemen pembelajaran angklung pada anak tunarungu secara terstruktur. Meskipun memiliki keterbatasan sarana, peserta didik di sekolah ini mampu meraih berbagai prestai baik dalam kegiatan pentas seni di sekolah maupun di luar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen pembelajaran musik angklung pada anak tunarungu di SLB B Karnnamanohara Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, serta dokumentasi. Subjek penelitian mencakup kepala sekolah, guru pembimbing seni musik angklung, dan peserta didik. Fokus penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran angklung yang diterapkan secara adaptif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik tunarungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran di SLB B Karnnamanohara Yogyakarta berjalan dengan baik karena sudah menerapkan empat fungsi manajerial yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Meskipun keterbatasan fasilitas dan sarana masih menjadi kendala, pembelajaran tetap berjalan optimal. Guru menggunakan metode Hand Sign Kodaly untuk membantu anak tunarungu memahami ritme dan melodi. Pengelolaan pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan individu, mencakup materi, jadwal, dan formasi permainan angklung. Evaluasi dilakukan langsung selama latihan untuk memantau fokus, disiplin, dan penguasaan materi. SLB B Karnnamanohara juga menerapkan MMR (Metode Maternal Reflektif), yaitu pendekatan reflektif yang menekankan interaksi emosional antara guru dan siswa. Guru menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan respons dan kebutuhan siswa, sehingga proses belajar menjadi lebih empatik dan efektif
Tidak tersedia versi lain