Tugas Akhir
Swarupa
Karya tari ini mengekspresikan dualitas karakter Arimbi dan proses transformasinya secara visual dan emosional: Arimbi sebagai raseksi yang kuat dan menakutkan, serta Dewi Arimbi yang cantik dan anggun. Swarupa mengacu pada konsep dalam agama Hindu yang berarti perwujudan, bentuk, atau esensi. Swarupa merujuk pada wujud atau bentuk sejati dari sesuatu yang mungkin tersembunyi di balik penampilan luarnya serta transformasi internal dan eksternal yang dialami oleh tokoh Arimbi. Tema utama karya ini adalah transformasi wujud yang terjadi karena ketulusan hati Arimbi dalam memperjuangkan cinta Werkudara, yang melambangkan perbedaan antara outer beauty (keindahan fisik) dan inner beauty (keindahan hati). Karya ini mengilustrasikan bagaimana meskipun Arimbi memiliki penampilan fisik yang dianggap buruk, ketulusan dan kekuatan batinnya menciptakan kecantikan sejati yang lebih bermakna daripada sekadar penampilan luar. Karya “Swarupa” dikemas dengan bentuk koreografi kelompok berjumlah tujuh orang penari perempuan dan seorang penari laki-laki. Dengan pijakan dan motif gerak putri gaya Surakarta yang di kembangkan oleh penata, serta pola-pola gerak tari Surakarta. Musik yang digunakan adalah musik live dengan iringan gamelan laras pelog. Tipe tari dalam karya ini adalah tipe tari dramatik. Karya ini juga menggunakan gerak representasional. Karya ini menggunakan artistik berupa kain putih sebagai siluet dan trap yang di sekat dan dapat berputar. Kain putih yang digunakan sebagai siluet menciptakan harapan dan kerinduan, menunjukkan bagaimana Arimbi mendambakan cinta sejatinya. Sedangkan trap sekat berputar berfungsi sebagai simbol dualitas Arimbi sebagai raseksi dan dewi.
Tidak tersedia versi lain