Tugas Akhir
Pemeranan tokoh Pandan dalam naskah ruang rias karya Purwadi Djunaedi dengan pendekatan teori performativitas gender
Pemeranaan karakter Pandan dalam karya Purwadi Djunaedi "Ruang Rias", yang berfokus pada masalah identitas, tekanan sosial, dan kekerasan simbolik yang dialami oleh kelompok marginal, terutama waria. Standar kecantikan hegemonik dalam industri kecantikan yang berkembang pesat berfungsi sebagai alat keuangan dan memaksa orang untuk mengikuti standar estetika tertentu. Tokoh Pandan menjadi representasi konflik antara keinginan untuk menjadi diri sendiri dan keinginan untuk diterima oleh masyarakat yang telah menetapkan standar kecantikan yang ketat dan diskriminatif. Studi ini menggunakan metode keaktoran realis Stanislavski, terutama teknik ingatan emosi, magic if, dan objectives. Metode ini dipadukan dengan kerangka teori sosial-kultural seperti performativitas gender (Judith Butler) dan kekerasan simbolik (Pierre Bourdieu). Metode ini mendorong aktor untuk menggali pengalaman batin dan tekanan sosial yang dialami karakter Pandan. Ini memungkinkan mereka untuk memainkan peran secara alami, penuh empati tanpa karikatural. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa pemeranan tokoh Pandan membutuhkan pemahaman mendalam tentang sejarah dan realitas sosial Waria selain keahlian artistik. Pementasan "Ruang Rias" berfungsi sebagai tempat untuk mendukung dan mengkritik eksploitasi tubuh dan identitas kelompok marginal dalam masyarakat. Karena itu, diharapkan bahwa karya ini akan memungkinkan diskusi yang lebih inklusif dan memperkuat peran teater sebagai media transformasi sosial.
Tidak tersedia versi lain